Selasa, 24 Desember 2013
Selasa, 17 Desember 2013
Sabtu, 28 September 2013
?
Sebentar mendekat
Sebentar menjauh
Kita selalu begini
Kembali ke titik awal
Ada yang tak terlihat menghalangi pandangan
Hingga kita tak pernah mencapai kedepan
Kau tahu mengapa?
Sebentar menjauh
Kita selalu begini
Kembali ke titik awal
Ada yang tak terlihat menghalangi pandangan
Hingga kita tak pernah mencapai kedepan
Kau tahu mengapa?
Minggu, 15 September 2013
Kini...
Aku tak punya kata
Kata-kataku telah hilang
Sejak beribu-ribu jam yang lalu
Aku tak punya kata untuk ku berikan
Kini...
Kata-kataku telah hilang
Sejak beribu-ribu jam yang lalu
Aku tak punya kata untuk ku berikan
Kini...
Jumat, 27 April 2012
Sayangku ...
Sayangku,
Berpuluh
hari telah melintasi kita
Bersama
terik mentari dan dingin udara malam
Bentang
jarak semakin jauh dirasa
Sayangku,
Langit
tak lagi sebiru dulu saat kita memandangnya berdua
Awanpun
tak lagi secerah dulu saat kita mengejar alur impian kita bersama
Sayangku,
Aku
tahu kini kita bagai fajar dan senja
Yang
sama-sama memukau
Tapi
tak bisa berkilau bersama
Ku
sadar kini kita punya cerita sendiri-sendiri
Aku
dengan dukaku
Kau
dengan pedihmu
Aku
dengan tawaku
Kau
dengan sukamu
Tak
seperti dulu
Sedihmu
sedihku
Bahagiaku
bahagiamu
Sayangku,
Sulit
bagiku untuk percaya keadaannya
Teramat
sulit ku menjalaninya
Bahkan
aku maih bisa melihat byangmu dengan jelas dalam mimpiku
Sayangku,
Adakah
kau merasakan hal yang sama?
Ku
yakin iya.
Karena
kau dan aku tetaplah satu
Sayangku,
Harus
selalu kau tahu
Di
tiap malam sebelum menutup mata
Hatiku
selalu berdoa untukmu
Untuk
kedamaian jiwamu
Untuk
ketenangan tidurmu
Juga
untuk keindahan dalam buai mimpimu
Sayangku,
Ku
harap kau tak lelah untuk tetap bertahan
Aku
ingin kau tak menyerah untuk terus berjuang
Aku
disini
Bersamamu
dalam setiap doa
Sayangku,
Jangan
pernah kau lunturkan senyum manis itu dari wajahmu
Sungguh
bila senyummu memudar dan lenyap
Maka aku
akan menggugat diriku
Yang
tak mampu menepati janji tuk goreskan senyum di tiap hari-harimu
Sayangku,
Aku
sayang padamu
_saat
hujan turun_
08.11.11
18:11
Tanpa Kata
Tanpa
kata yang terucap
Nada-nada
berlalu. Menghilang
Tanpa
kata yang terucap
Syair-syair
kering. Membisu
Tanpa
kata yang terucap
Bebait
rapuh. Tanpa arti
Tanpa
kata yang terucap
Sajak
buyar. Tanpa makna
Tanpa
kata
Dendam
menyimpan benci pada ribuan janji yang terlontar
Dendam
menyimpan amarah pada juataan ucap manis yang ada
Tanpa
kata
Dendam
menyimpan segala ego dalam diamnya
Tanpa
kata
Yang
akan membuatnya mati secara perlahan
Karena
siksa perih sang pendusta yang menyanyat pilu hati
Dan
terabaikan begitu saja
Tanpa
kata pula
Biarkan
waktu membungkam semua rahasia
Tentang
jiwa pecundang yang bersemayam setia pada diri sang bintang
27.10.11
21:10Tanya Hati
Tanya
hatiku,
Apakah
ia masih menyimpan rindu pada sang pelangi?
Tanya
hatiku,
Apakah
ia masih menyimpan rindu pada sang hujan?
Tanya
hatiku,
Apakah
ia masih menyimpan rindu pada sang langit?
Tanyaku
pada hati,
Apakah
benar ia masih bisa merasakan rindu itu?
Tanya
hatiku,
Benarkah
kini tak ada lagi kisah tentang pelangi?
Tanya
hatiku,
Benarkah
kini tak ada lagi cerita tentang hujan?
Tanya
hatiku,
Benarkah
kini tak ada lagi senandung tentang langit?
Tanya
hatiku pada hati yang terus menyimpan tanya
24.10.11
22:22
Sabit Awal Oktober
Bukan
rinai hujan yang ku nanti datang
Bukan
pula lengkung pelangi yang ku rindu hadir
Saat
ini di awal hari baru
Bukan
hujan ataupun pelangi yang menghadirkan cerita
Melainkan
senyum sang rembulan
Berbingkai
kabut yang meyelimuti rupanya
Berhias
awan-awan gelap yang mengelilinginya
Sabit
awal bulan yang kesepian
Ia
sendiri di luasnya langit malam
Pada
sudut penjuru mata angin, ia menggantung
Tak
ada gemintang cemerlang yang menemani disisinya
Aku
jadi berfikir,
Tidakkah
ia jenuh dengan kesendiriannya malam ini?
Tapi
sudahlah
Sepertinya
ia tampak baik-baik saja
Meski
ada seraut gurat kelam yang menghias pada paras sang sabit awal bulan
01.10.11
20:20
Memories
Peristiwa di masa lampau
Bayang-bayang tentang kekhawatiran menyentuk
hari-hari
Gelisah menemani sepanjang perjalanan yang ku
tempuh
Sendu biru terselip di sela bahagia semu
Berbaur di keramaian pikiranku kosong
Memandang langit tampak hampa
Tanpa rasa aku menangis dalam diam
Mengingatnya
05.11.11
10:53
Langganan:
Postingan (Atom)